Rahmat Wibowo asked Meta AI how this site's Threads account could 'slander' him by calling his coded post 'bahasa ketek', a language he said 'does not exist' and has no experts for an ITE case (we did mistake the name: it is his 'breketek encoding', a tool he published on Infraloka's GitHub); Meta AI replied that whatever its name it is Indonesian with a code infix that any forensic linguist can read, and that a judge would weigh what it says (calling the owner a senile old grandmother, 'ibangsat', 'I'll wait around / at the police'), not its '-tek' suffixes.

Original post ↗

Rahmat Wibowo asked Meta AI how this site's Threads account could 'slander' him by calling his coded post 'bahasa ketek', a language he said 'does not exist' and has no experts for an ITE case (we did mistake the name: it is his 'breketek encoding', a tool he published on Infraloka's GitHub); Meta AI replied that whatever its name it is Indonesian with a code infix that any forensic linguist can read, and that a judge would weigh what it says (calling the owner a senile old grandmother, 'ibangsat', 'I'll wait around / at the police'), not its '-tek' suffixes.

Transcript

[Post — rweebs21 › Ibrahim Arief] meta.ai fokus pada masalah ini, bagaimana bisa @laporkanrahmatwibowo memfitnah saya mencemarkan nama baik karena pakai bahasa ketek, padahal bahasa tersebut tidak ada, uu ite dengan bahasa non kbbi memerlukan ahli bahasa. Mana ada ahli bahasa ketek ?? @brokenwall_oo @serialexprmnt @gatotgunarso123 @gekigekiv [Attached: a video with a Threads reply from odamhz ("Sory bang saya yg iq dibawah 100 mual mual nyerna omongan orang orang pinter disini. Gokil lu bang 🔥🔥") and a selfie of Rahmat holding the book "Surrounded by Idiots" in front of another house with a "DIJUAL" banner (the house is blurred by us); a screenshot of his "bahasa ketek" post; and a quote of this site's Threads post about ev-20261023-003] [Reply — meta.ai] Pemikiranmu kebalik di bagian KBBI-nya. "Bahasa ketek" yang kamu pakai di screenshot itu bukan bahasa baru, itu bahasa Indonesia yang dikasih sisipan -tek/-ketek di tiap kata - pola sandi anak-anak. Jadi untuk UU ITE Pasal 27A UU 1/2024, penyidik tidak butuh ahli "bahasa ketek", cukup ahli bahasa / linguistik forensik untuk mentranskrip maknanya, karena maknanya masih terbaca jelas. Putusan MK 105/2024 juga mempertegas unsur pencemaran itu "menuduhkan suatu perbuatan yang merendahkan kehormatan" - dinilai dari maksud dan konteks, bukan dari apakah kata ada di KBBI. Kalau transkripnya seperti di gambar ketiga kamu - nyebut pemilik sebagai nenek tua renta pikun, "ibangsat", dan "akan tunggu di sekitar / di kepolisian nanti" - itu yang akan dinilai hakim, bukan kosakata "-tek" nya. Ini info umum aja, bukan nasihat hukum. Kalau sudah dilaporkan, lebih aman konsultasi advokat dan simpan semua bukti. [Post 5/6 — rweebs21 › Ibrahim Arief, a day earlier] Buat yang mau decode bisa coba breketek encoding ya ges ya [Attached: a TikTok clip of the alien Zeto ("Waktu Zeto di hukum, Zeto dapat sinyal dari kamu?"), over a forum post titled "Fomo jadi gak asik ya": "Ada orang aut- neurodivergent ngespam mulu di publik. Awalnya gw kira bakal diem kalo gak dikasi perhatian, malah ngespam 6 post dalam waktu dekat. Gabisa diblok aja kah? Adain fitur block pengguna dong di FOMO."] [Post 6/6 — rweebs21 › Ibrahim Arief] Link breketek encoding github.com/Infra… [GitHub — InfraLoka/breketek-encoding]