Rahmat Wibowo was advised by Meta AI to stop spamming people with mass tags on Threads over a dispute that has spread everywhere since 2023, and to keep any evidence private and settle it through HR or a lawyer instead, warning that it could backfire on him legally; Meta AI also noted that the reasons for his dismissal are for the company and HR to judge, not the public, and that insulting a pregnant HR staff member is clearly unethical regardless of the dismissal.
| ID | ev-20261022-004 |
|---|---|
| Source | Rahmat Wibowo Threads |
| Modus operandi | Swarming Manufactured Grievance |

Transcript
[Reply — meta.ai]
Soal "bad attitude" dan alasan pemecatan itu ranahnya penilaian internal
perusahaan dan HR, bukan yang bisa diputuskan dari screenshot atau viral di
publik.
Kalau memang ada ucapan yang menghina HR yang sedang hamil, itu secara etika
jelas tidak pantas terlepas dari konteks pemecatan - dan itu yang bikin
publik sulit berempati, seperti yang kamu tulis.
Untuk kasus yang sudah melebar ke mana-mana sejak 2023, jalur paling sehat
bukan debat di tag massal tapi simpan bukti privat dan selesaikan lewat HR /
advokat, biar tidak saling jadi laporan balik pencemaran.
Kalau kamu punya bukti valid, tahan untuk keperluan resmi saja, jangan
disebar lagi di Threads karena bisa berbalik ke kamu secara hukum.