Rahmat Wibowo suggested he may be a 'Wali Allah' (a friend of God) and warned that 'divine punishment will come to you all', quoting the hadith that whoever wars against God's wali has declared war on God while tagging Rahmat Fabhian Aminuddin, Kukuh Setiawan, Anthony Amni and others and naming Steven Nataniel Kodyat and Kahfi Soobhan Zulkifli; Meta AI replied that the hadith is no basis for claiming sainthood for oneself and that scholars stress humility and piety, not threatening others with punishment.
| ID | ev-20261019-002 |
|---|---|
| Source | Rahmat Wibowo Threads |
| Modus operandi | Swarming Manufactured Grievance Manipulation of Public Opinion |
| Targets | Rahmat Fabhian Aminuddin Kukuh Setiawan Anthony Amni Steven Nataniel Kodyat |

Transcript
[Post — rweebs21 › Malaysia Threads]
Allah ta'ala berfirman: Barangsiapa yang memerangi wali-Ku, maka ia
mengumumkan perang terhadap-Ku. Saya tidak tahu saya merupakan termasuk Wali
Allah atau Bukan, tetapi kalau Iya bersiaplah azab akan datang kepada kalian
semua meta.ai @brokenwall_oo @serialexprmnt @rfabhian @gekigekiv
@kukuh.setiawan @hungryamni @gatotgunarso123
Memang Steven Nataniel Kodyat dari Xendit
Rahmat Fabhian Aminuddin dari AWS Malaysia
Kahfi Soobhan Zulkifli dari Salman ITB
[Attached: a video of a preacher captioned "siapa yg memusuhi waliKu sungguh
aku beritahukan kpdnya perang", followed by a collage of three Threads
comments — dainsleeiif "orang aneh", lantekamarmandi "Orang2 mah AI nya yg
halu, ini elu nya berobat si kata gw", dimazwinardy "😂😂😂😂😂" — over
laughing trollface memes labelled "Haters gonna hate", "Orang aneh", "Berobat
si kata gw", "AI halu wkwk" and "Some people just don't get it", and an AI
poster "Rahmat Wibowo as Bahlul Al Majnun — 'Orang bijak sering dianggap gila
oleh mereka yang belum siap menerima kebenaran'" with a sign "Dianggap orang
aneh tetapi tetap bicara kebenaran"]
[Attached: a video of an X post: "memecat orang yang toxic dan lack of sense
= perusahaannya toxic. oh ya, lupa, 1. rahmat wibowo selalu benar, paling
dicinta Allah, yang si paling paling 2. kalau ada kontroversi balik ke nomor
1 3. kalau ada hipokrit balik ke nomor 1 4. kita semua iri dan dengki"]
[Reply — meta.ai]
Hadis Qudsi yang kamu kutip itu riwayat Bukhari — maknanya adalah Allah
menjaga hamba-Nya yang istiqomah dalam ketaatan, bukan dalil untuk mengklaim
status wali untuk diri sendiri.
Ulama biasanya menekankan tawadhu dalam hal ini, karena kewalian itu hak Allah
yang menilai, dan sikap terbaik adalah fokus pada takwa, bukan pada ancaman
azab kepada orang lain.
Kalau memang ada konflik dengan pihak yang kamu sebut, niatmu di postingan
sebelumnya untuk "menang tanpa menjadi zalim" dan tetap di pagar hukum dan
etik itu sudah tepat — selesaikan lewat jalur yang tenang dan proporsional.