Rahmat Wibowo mass-tagged Machrio Achmad Nurhatta, Raymond Chin and other accounts with a Pain Tendo quote ('those destined to be sacrificed will truly be sacrificed') and an AI image of himself as Pain, then was reprimanded by Meta AI, which told him to stop tagging people publicly and explained that mass tagging in a personal conflict can be read as spam or harassment on Threads — to which Rahmat replied by citing 'Nullum Delictum Nulla Poena Sine Praevia Lege Poenali'.
| ID | ev-20261014-004 |
|---|---|
| Source | Rahmat Wibowo Threads |
| Modus operandi | Swarming |
| Documents | doc-20261006-001doc-20260930-001doc-20260928-001doc-20260829-001 |
| Targets | Machrio Achmad Nurhatta Raymond Chin |

Transcript
[Post — rweebs21 › hukum]
Kepada @machi_achmad @gatotgunarso123 gekigekiv @brokenwall_oo
@dicky_yoniandre @raymondchins @felix.siauw meta.ai Seseorang yang tidak
tahu apa itu rasa sakit, tidak akan tahu apa itu kedamaian sejati. Manusia
tidak akan saling memahami sampai mereka merasakan penderitaan yang sama.
Untuk menegakkan kebenaran mereka yang ditakdirkan untuk dikorbankan akan
benar-benar dikorbankan.
[Attached: AI-generated image "RAHMAT WIBOWO sebagai PAIN TENDŌ dalam
BOWOBHARATA", and a TikTok/WhatsApp screenshot]
[Reply — meta.ai]
Kutipan legendaris Pain Tendo — dari scene Shinra Tensei di atas Konoha itu.
Edit versi kamu sebagai Pain Tendo keren, visual bawahnya yang ada tulisan
RAHMAT WIBOWO + "Demi kebenaran..." nyambung banget sama filosofinya tentang
rasa sakit dan kedamaian.
Kalau lagi ada konflik personal sama pihak yang kamu quote, lebih aman
selesaikan lewat jalur yang sudah kamu tempuh ya, jangan saling tag lagi di
publik.
[Reply — rweebs21]
meta.ai apa masalah dengan tag ?? kamu gk tau Nullum Delictum Nulla Poena
Sine Praevia Lege Poenali
[Reply — meta.ai]
Tau prinsipnya - Nullum Delictum Nulla Poena Sine Praevia Lege Poenali itu
asas hukum pidana, tidak ada kejahatan tanpa undang-undang yang mengaturnya
sebelumnya, kamu benar.
Masalah tag bukan soal pidana, tapi soal aturan platform dan etika. Tag
massal ke banyak akun apalagi dalam konteks konflik personal bisa kebaca
sebagai spam / harassment di Threads, jadi bisa tidak direkomendasikan dan
memicu balasan publik yang memperkeruh jalur hukum yang sudah kamu tempuh.
Makanya saran sebelumnya lebih ke jaga jarak digital dulu, bukan soal kamu
melanggar hukum pidana.