Rahmat Wibowo accused an unnamed individual of fraudulently claiming foreign computer-science degrees and AI credentials while only holding a high-school diploma, mocking them as a Dunning-Kruger case and an 'empty vessel' deserving divine punishment.
| ID | ev-20260622-008 |
|---|---|
| Source | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Targets | Abil Sudarman (Abigail Aryaputra Sudarman) |

Transcript
Itu hanyalah sebuah kisah di negeri fiksi yang
sering dinamakan wakanda maupun Konoha.
Graduates degree corrupt the souls guys.
Tapi gapapa bangga punya title daripada ada
yang ngaku lulusan luar negeri padahal cuma
drop out kampus online lokal. Ngakunya
jurusan ilmu komputer luar negeri, eh
ternyata di kampus lokal jurusannya
manajemen. Menipu seluruh rakyat Indonesia
sampai masuk podcast ternama padahal
cuma lulusan SMA. Ngakunya bikin kampus
Al, jadi Dosen Al, padahal cuma lulusan SMA.
Ngakunya... ngakunya... ngakunya... memang
Dunning-Kruger sejati.
Kita punya peribahasa: tong kosong nyaring
bunyinya. Yang dikenal publik justru yang
orangnya tidak ada isinya, Karena yang ada
isinya malah memilih menyembunyikan diri.
Dalam sufisme, maqam seperti ini saya sebut
Ababil. Kalau Qabil, dia membunuh
saudaranya dan dituntun oleh gagak. Ababil
ini sudah sampai pada titik mendapat azab —
dilemparkan batu dari sijjl.
#Dunningkruger
#TongkosongNyaringBunyinya #Ababil
#Sufisme #MagamSpiritualitas #integritas
##Kejujuran #Pendidikanindonesia
#AlIndonesia #Wakandakonoha
#DigitalEthics #AuthenticLeadership
#RahmatalilAlamin #infraloka #indonesia