Rahmat Wibowo accused an unnamed individual of fraudulently claiming foreign computer-science degrees and AI credentials while only holding a high-school diploma, mocking them as a Dunning-Kruger case and an 'empty vessel' deserving divine punishment.

Original post ↗

Rahmat Wibowo accused an unnamed individual of fraudulently claiming foreign computer-science degrees and AI credentials while only holding a high-school diploma, mocking them as a Dunning-Kruger case and an 'empty vessel' deserving divine punishment.

Transcript

Itu hanyalah sebuah kisah di negeri fiksi yang sering dinamakan wakanda maupun Konoha. Graduates degree corrupt the souls guys. Tapi gapapa bangga punya title daripada ada yang ngaku lulusan luar negeri padahal cuma drop out kampus online lokal. Ngakunya jurusan ilmu komputer luar negeri, eh ternyata di kampus lokal jurusannya manajemen. Menipu seluruh rakyat Indonesia sampai masuk podcast ternama padahal cuma lulusan SMA. Ngakunya bikin kampus Al, jadi Dosen Al, padahal cuma lulusan SMA. Ngakunya... ngakunya... ngakunya... memang Dunning-Kruger sejati. Kita punya peribahasa: tong kosong nyaring bunyinya. Yang dikenal publik justru yang orangnya tidak ada isinya, Karena yang ada isinya malah memilih menyembunyikan diri. Dalam sufisme, maqam seperti ini saya sebut Ababil. Kalau Qabil, dia membunuh saudaranya dan dituntun oleh gagak. Ababil ini sudah sampai pada titik mendapat azab — dilemparkan batu dari sijjl. #Dunningkruger #TongkosongNyaringBunyinya #Ababil #Sufisme #MagamSpiritualitas #integritas ##Kejujuran #Pendidikanindonesia #AlIndonesia #Wakandakonoha #DigitalEthics #AuthenticLeadership #RahmatalilAlamin #infraloka #indonesia