Rahmat Wibowo claimed KORIKA expelled him for exposing fraud by Abil Sudarman and Luca Cada Lora, branding them fraudsters and corrupt, citing alleged legal violations and threatening lawsuits, with sweeping accusations that double as defamation.
| ID | ev-20260615-010 |
|---|---|
| Source | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Targets | Abil Sudarman (Abigail Aryaputra Sudarman) Luca Cada Lora Oskar Riandi T. Indra Kesuma Suryadiputra Liawatimena Hammam Riza |

Transcript
Assalamualaikum semuanya, Saya Rahmat
Wibowo dari InfraLoka. Saya mohon maaf
kalau buat keributan di organisasi ini
mungkin saya tidak pantas berada disini
bersama rekan-rekan semua. Saya bersyukur
telah di keluarkan beberapa grup, jadi bisa
punya legal standing buat ngelaporin abil dan
korika karena kemaren gk ada legal standing
karena mau copyright infringement gk bisa
karena korika gk ada haki mau bilang
penipuan gk bisa karena dia diterima ya
sesuai aturan organisasi makanya koruptor
boleh caleg lagi. Semoga korika bisa
direformasi untuk menghilangkan orang
orang generasi tua yang takut disaingi anak
muda.
Saya hanya ingin korika terbebas dari penipu
kelas kakap seperti abil sudarman dan luca
cada lora. Niat saya baik, saya rela
kehilangan segala hak politik saya di korika
demi membela yang benar. Kalau memang
korika tidak ingin ai maju dan melindungi
penjahat dan penipu demi kepentingan politik
biarlah dunia tahu akan kebusukan organisasi
ini di belakang layar.
Saya berterimakasih telah diberi kesempatan.
Mohon dibukakan pintu maaf. Namun, proses
hukum tetap berlaku.
Akhir kata saya akan menggunakan doa saya
55 hay abd fj dou jj tis Gall wi gah
Vata lal leg 5 tell uv
Allohumma arinal haqgo haqgon warzugnat
tibaa'ahu, wa arinal bathila bathilan
warzuqnaj tinaabahu. Wa laa taj'alhu
multabisan ‘alayna fanadiilla, waj'al a
lilmuttaqiina imaama.
Artinya: "Ya Allah tunjukkanlah kepada kami
yang benar itu benar dan bantulah kami
untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah
kepada kami yang batil itu batil dan bantulah
kami untuk menjauhinya. Janganlah Engkau
menjadikannya samar di hadapan kami
sehingga kami tersesat. Dan jadikanlah kami
pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Saya hanya manusia biasa hamba dari Tuhan
YME. Saya bukan siapa-siapa. Kalian semua
bukan siapa-siapa. Saya mungkin diberi
kelebihan, saya anggap itu sebuah misi.
Rahmat Wibowo
1d
GB | was kicked out of Indonesia's elite
Al community — for exposing fraud.
On June 14, 2026, | was simultaneously
removed from four KORIKA groups
without any notice, explanation, or due
process — while | was a paying member.
The groups | was removed from:
‘Oskar Riandi T. Indra Kesuma
Suryadiputra Liawatimena
Why? Because | had exposed fraudulent
activity by Abil Sudarman — a KORIKA-
affiliated figure. Instead of investigating
the fraud, three senior executives chose
to silence the whistleblower.
This is what KORIKA membership
actually means:
KORIKA markets itself as Indonesia's
premier Al research community —
promising members access to
government stakeholders, venture
capital networks, and national Al policy
circles (Hankam, Kesehatan, digital
governance).
| paid for that access. I contributed to
that community.
And when | used that community to
hold a fraudster accountable — | was
erased from it in a single afternoon by
three coordinated administrators.
What the law says:
‘A legal risk analysis under Indonesian
law (KUHP UU 1/2023 + KUH Perdata)
identifies 8 violated articles:
<L Criminal (Pidana):
Pasal 433 — Defamation by conduct
(implied misconduct through expulsion)
Pasal 434 — Fitnah/Slander (defendants
cannot justify the expulsion)
Pasal 441 — Digital aggravation (+1/3
penalty via WhatsApp)
Pasal 20 + 21— Joint commission +
aiding Abil Sudarman's fraud
& Civil (Perdata):
Pasal 1338 — Breach of paid
membership contract
Pasal 1365 — Unlawful act causing
economic + reputational damage
Pasal 1372 — Right to compensation +
public name restoration
Judgment probability: 80% Moderate~
High severity outcome. Most likely:
suspended sentence or civil damages
of Rp 500M-5B.
Why this matters beyond my case:
KORIKA has direct channels to national
defense (Hankam), healthcare policy,
and Al investment ecosystems that
connect to institutions like @Danantara
Indonesia.
If KORIKA's internal governance allows
senior executives to:
Expel paying members without cause
Coordinate cover-ups of internal fraud
Silence whistleblowers who expose
misconduct
then every VC, government
stakeholder, and policymaker who
trusts KORIKA's credentialing system is
operating on a compromised
foundation.
This is not a private dispute. This is a
governance failure in Indonesia's most
strategically important technology
community.
Hammam Riza
#KORIKA #indonesiaAl #Al
#Artificialintelligence
#WhistleblowerProtection
#CorporateGovernance #TechEthics
#IndonesiaTech #LegalAccountability
#Defamation #ObstructionOfJustice
#AlPolicy #AlGovernance
#IndonesianTech #Startupindonesia
#VentureCapital #Danantara #DPRRI
#Hankam #Digitalindonesia
#AlEcosystem #FraudExposure
sAl #KecerdasanBuatan
#IndonesiaStartup #TechCommunity
#Accountability #Transparency
#Justice #Whistleblower